Jumat, 18 Desember 2015
Senin, 17 Juni 2013
Meina Putri Yuniarsyah serta Kawan-kawannya
Photo Meina Tiara Putri Yuniarsyah Tahun 2011
Ih photo meina kaya lagi mejen di kamar mandi.....
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina, Eneng, Putri, dan Kaka (Thasya di atas)
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Meina Tiara Putri Yuniarsyah
Selasa, 07 Mei 2013
Keluarga
Keluarga
(bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga"
yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa
orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga
sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar
individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu
tersebut. Pengertian Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut
Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua
pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau
pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain
dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu
kebudayaan.
Ayah
sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari
nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga,
sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri
dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga,
sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu
kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkunganny dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai
dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Jenis
Ada
beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri,
dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa
(ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat
dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang
ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini
meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
Peranan
Peranan
keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang
berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi
dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok
dan masyarakat.
Berbagai
peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:
Tugas
Pada
dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut:
Pemeliharaan
fisik keluarga dan para anggotanya.
Pemeliharaan
sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
Pembagian
tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
Sosialisasi
antar anggota keluarga.
Pengaturan
jumlah anggota keluarga.
Pemeliharaan
ketertiban anggota keluarga.
Penempatan
anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
Membangkitkan
dorongan dan semangat para anggotanya.
Fungsi
Fungsi
yang dijalankan keluarga adalah:
Fungsi
Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak
untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
Fungsi
Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota
masyarakat yang baik.
Fungsi
Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota
keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
Fungsi
Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan
dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi
antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam
menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
Fungsi
Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan
anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang
mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
Fungsi
Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur
penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan
keluarga.
Fungsi
Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam
keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman
masing-masing, dan lainnya.
Fungsi
Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi
selanjutnya.
Memberikan
kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina
pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Bentuk
keluarga
Ada
dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, yaitu
berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas.
Berdasarkan
lokasi
Adat
utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk
memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun
di sekitar kediamanan kaum kerabat istri;
Adat
virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan
menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami;
Adat
uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal
di sekitar kediaman kaum kerabat istri;
Adat
bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di
sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat
kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian);
Adat
neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati
tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami
maupun istri;
Adat
avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di
sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami;
Adat
natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup
terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum
kerabatnya sendiri.
Berdasarkan
pola otoritas
Patriarkal,
yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua,
umumnya ayah)
Matriarkal,
yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua,
umumnya ibu)
Equalitarian,
yakni suami dan istri berbagi otoritas secara seimbang.
Subsistem
sosial
Terdapat
tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni subsistem suami-istri, subsistem
orang tua-anak, dan subsitem sibling (kakak-adik). Subsistem suami-istri
terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan
eksplisit dalam membangun keluarga. Pasangan ini menyediakan dukungan mutual
satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem
tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti
subsistem-subsistem lain. Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran
seorang anak dalam keluarga, subsistem ini meliputi transfer nilai dan
pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua
dan anak
Tari Tradisional Sunda - Jaipongan
Suku Sunda adalah kelompok etnis yang
berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan
yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan
Lampung. Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia.
Sekurang-kurangnya 19,91% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas
orang Sunda beragama Islam, akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama
kristen, Hindu, dan Sunda Wiwitan/Jati Sunda. Agama Sunda Wiwitan masih
bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan
masyarakat suku Baduy di Lebak Banten yang berkerabat dekat dan dapat
dikategorikan sebagai suku Sunda. Jati diri yang mempersatukan orang
Sunda adalah bahasanya dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat
optimistis, ramah, sopan, dan riang. Orang Portugis mencatat dalam Suma
Oriental bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang sunda juga
adalah yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan
bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di
Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke 15
dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam
Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri
dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI.
Disamping prestasi dalam bidang
politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi
yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi,
musisi, aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat nasional,
maupun internasional.
Seni tari utama dalam Suku Sunda adalah tari jaipongan, tari merak, dan tari topeng. Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu. Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti gendang, gong, saron, kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

Thasya Vini Siti Yuniarsyah

Thasya Vini Siti Yuniarsyah

Thasya Vini Siti Yuniarsyah
Senin, 22 April 2013
Ade Tiara Putri Rochamsyah
Berbagai pose
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Ade Tiara Putri Rochmansyah
Sabtu, 20 April 2013
Kelas 9C MTs Negeri Ciranjang Tahun 2011-2012
Ini adalah saat-saat kebersamaan anak-anak setelah mengikuti Ujian Nasional Tingkat SMP/MTs Tahun 2011-2012, emang tidak seluruh siswa kelas 9C pada ikut semua di photo, akan tetapi kelas 9C MTs Negeri Ciranjang lulus semuanya. Alhamdulilah.
Photo ini di upload untuk dijadikan kenang-kenang, rasa kebersamaan, atau bila ada yang kangen kepada teman waktu belajar di kelas 9C, jadi mudah untuk melihat lucu wajah sahabat, dan teman tercinta kembali
Tapi emang disayangkan tidak semua bisa ikut, waktu itu..... entah apa sebabnya yang enggak ikut di photo... apa lagi ada urusan, .... lagi pada jajan atau apa yach.......
Harapan yang tersirat dibenak mudah-mudahan anak-anak 9C menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa terutama didaerahnya masing-masing, Amin.
Kamu semua menunjuk ke arah masa depan kami yang terbentang di hadapan kami, Semoga semua dapat meraihnya, sekali lagi Amin....
Selasa, 16 April 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

















.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)